Kamis, 31 Mei 2018

Doa Tesera Legio Maria


Apa itu Legio Maria ?

Legio Maria dalam bahasa latin Legio Mariae adalah sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah Panji  Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa. Anggota Legio Maria tersebar di 5 benua dan merupakan Organisasi Kerasulan Awam terbesar dalam Gereja Katolik. Tujuan dari Legio Maria sebagaimana tercantum dalam Buku Pegangan Legio Maria adalah kemuliaan Allah melalui pengudusan anggotanya yang dikembangkan dengan doa dan kerjasama aktif, dibawah bimbingan Gereja, dalam Karya Maria dan Gereja untuk menghancurkan kepala ular dan meluaskan Kerajaan Kristus atau mengusahakan supaya para anggotanya menghayati hidup seturut perintah Tuhan dan memancarkan cara hidup saleh dalam lingkungan di mana para anggotanya tinggal dengan karya kerasulan di bawah perlindungan Santa Maria Tak Bernoda. Tugas utama seorang legioner (anggota Legio Maria) adalah menghadiri Rapat Presidium selain doa, karya kerasulan seperti misalnya jungi orang sakit, mengajak umat yang tidak aktif untuk kembali aktif dan membantu tugas paroki.


Sejarah Legio Maria

Menurut sejarahnya, pertama kali Legio Maria didirikan di Dublin, Irlandia, oleh orang awam Katolik, Frank Duff, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, Pastor Micahel Toher dan 13 wanita. Pada awal perkembangannya, Legio Maria sempat tersendat-sendat. Namun kemudian Legio Maria dapat berkembang dengan baik. Pada tahun 1931, Paus Pius XI memuji karya kerasulan Legio Maria. Paus Paulus VI mengundang Frank Duff sebagai Pengamat Awam dalam Konsili Vatikan II. Dan Paus Yohanes Paulus II sedikitnya dua kali mengundang Frank Duff secara pribadi pada masa kepausannya. Tiga orang anggota awal Legio saat ini dalam Proses Penyelidikan untuk Penggelaran Nama Kudus (Santo/Santa). Mereka adalah Frank Duff, Edel Quinn dan Alfie Lambe.


Spiritualitas

Spiritualitas Legio Maria pada dasarnya didasarkan pada ajaran St Louis Grignion de Montfort sebagaimana dikemukakan dalam buku Bakti Sejati kepada Maria. Grignion de Montfort mempromosikan "dedikasi total" kepada Kristus melalui pengabdian kepada Santa Perawan Maria, yang kemudian juga mempengaruhi Paus Yohanes Paulus II, sebagaimana disebutkan dalam Surat Apostoliknya Rosarium Virginis Mariae. Elemen penting lainnya yang membentuk spiritualitas Legio adalah devosi Frank Duff kepada Roh Kudus. Dia mempromosikan adorasi kepada Pribadi Ketiga dari Trinitas melalui Perawan Maria. Itulah juga yang mendasari Janji Legio ditujukan kepada Roh Kudus dan Gambar Veksilum Legio Maria (Panji) yang digambarkan dengan burung merpati di bagian atas.


Keanggotaan

Anggota Junior, Rapat di Alam Terbuka
Dan untuk menjadi anggota Legio Maria, seseorang sudah dibaptis menjadi Katolik dan hadir dalam Rapat Mingguan sebagai tamu, setelah calon anggota menyampaikan kemauannya menjadi anggota, maka presidium memberikan waktu sedikitnya tiga bulan sebagai Anggota Percobaan. Anggota Legio Maria terdiri dari anggota aktif dan anggota auxilier. Anggota aktif wajib terlibat dalam kegiatan rutin Legio Maria seperti menghadiri Rapat Mingguan Presidium, melaksanakan tugas-tugas kerasulan, mendoakan Catena, dan lain-lain. Tugas anggota auxilier adalah berdoa Rosario dan Tessera setiap hari. Selain keanggotaan tersebut juga terdapat keanggotaan tambahan yaitu Pretorian dan Ajutorian. Seorang Pretorian selain melakukan tugas sebagai anggota aktif juga harus mengikuti Misa Harian, dan mendoakan doa resmi Gereja/brevier demikian juga bagi seorang Ajutorian selain melakukan tugas sebagai anggota auxilier juga dituntut untuk mengikuti Misa Hariandan mendoakan doa resmi Gereja/brevier

Struktur Organisasi

Presidium sebagai organisasi terkecil dibagi dalam dua Jenis, yaitu Presidium Senior (untuk anggota diatas 18 tahun) dan Presidium Junior (untuk anggota dibawah 18 tahun). Dewan tertinggi Legio Maria adalah Concilium di Dublin, Irlandia. Di bawahnya terdapat Senatus. Di bawah Senatus terdapat Commissium, kemudian Kuria dan terakhir Presidium.

DOA Tessera


Doa Pembukaan

P. Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umatMu dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu. Utuslah RohMu, maka semuanya akan dijadikan lagi.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah Kita Berdoa
Ya, Allah, Bapa kami, curahkanlah Roh Kudus Mu atas diri kami. Engkau telah mengutus Roh Kudus ke Gereja Mu untuk mengawali pewartaan Injil. Semoga Roh Kudus melanjutkan karya Nya ke dunia melalui hati umat Mu yang beriman. Demi Kristus, Pengantara kami. Amin


P. Tuhan bukalah bibirku.

U. Dan mulutku akan mewartakan kemuliaanMu.

P. Tuhan, sudilah datang menolong aku.
U. Tuhan, tolonglah daku dengan segera.

P. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.


Lima Puluhan Doa Rosario Suci

Salam, ya Ratu, Bunda yang rahim. Kehidupan, penghibur dan pengharapan kami, salam. Kami orang buangan, anak Hawa, berseru kepadamu. Kepadamu kami mohon dengan keluh kesah di lembah kedukaan ini. Maka tunjukkanlah kepada kami, hai Pembicara kami, wajahmu yang manis. Dan sesudah pembuangan ini, tunjukkanlah kepada kami, Yesus Buah Tubuhmu yang terpuji. Ya Maria, Perawan yang murah hati. Penuh kasih sayang dan manis.

P. Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah.

U. Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.


Marilah Kita Berdoa

Ya Tuhan, PuteraMu tunggal telah memperoleh pahala bahagia kekal bagi kami dengan hidup, kematian serta kebangkitanNya; semoga kami, dalam merenungkan peristiwa-peristiwa itu dalam doa Rosario Suci Santa Perawan Maria, dapat meneladan isinya dan menerima yang dijanjikanNya, karena Kristus Tuhan kami.

U. Amin.

P. Hati Yesus Yang Maha Kudus.

U. Kasihanilah kami.

P. Hati Maria yang tak bercela.

U. Doakanlah kami.

P. Santo Yosef.

U. Doakanlah kami.

P. Santo Yohanes, pengarang Injil.

U. Doakanlah kami.

P. Santo Louis Marie de Montfort.

U. Doakanlah kami.

(+)Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.Amin.



Catena Legionis

Antifona bersama-sama:
Siapakah Puteri itu yang datang sebagai fajar menyingsing kemerah-merahan, indah penaka bulan, gemerlap laksana surya, dahsyat bagaikan balatentara yang siap sedia bertempur?

P.(+)Aku mengagungkan Tuhan.

U.Hatiku bersuka ria karena Allah, penyelamatku.

P.Sebab Ia memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa.

U.Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah namaNya.

P.Kasih sayangNya turun temurun kepada orang yang takwa.

U.Perkasalah perbuatan tanganNya; dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya.

P.Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta; yang hina-dina diangkatNya.

U.Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan; orang kaya diusirNya dengan tangan kosong.

P.Menurut janjiNya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hambaNya.

U.Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

P.Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U.Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifona bersama-sama:
Siapakah Puteri itu yang datang sebagai fajar menyingsing kemerah-merahan, indah penaka bulan, gemerlap laksana surya, dahsyat bagaikan balatentara yang siap sedia bertempur?

P. Ya Maria Semula Jadi Tak Bercela.

U. Doakanlah kami yang berlindung kepadaMu.



Marilah Kita Berdoa

Yesus Kristus Tuhan kami, Pengantara kami pada Allah Bapa, Engkau telah berkenan memilih BundaMu Perawan yang terpuji, menjadi Bunda dan Pengantara padaMu, semoga semua yang memohon kemurahanMu, dapat bergembira karena dikabulkan permohonannya berkat perantara Sang Putri. Amin.



Doa Penutup

P. (+) Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Bunda Tuhan yang Suci, di bawah perlindunganMu kami bernaung, Perawan yang mulia dan terpuji janganlah mengabaikan doa-doa kami dalam kesukaran, tetapi selalu bebaskanlah kami dari segala bahaya. Santa Maria yang Semula Jadi Tak Bercela, Pengantara segala rakhmat (atau sebutan tiap Presidium).

U. Doakanlah kami.

P. Malaikat Agung Santo Mikael dan Santo Jibrail.

U. Doakanlah kami.
P. Seluruh balatentara Surgawi, Legio Malaikat Bunda Maria.

U. Doakanlah kami.

P. Santo Yohannes Pemandi.

U. Doakanlah kami.

P. Santo Petrus dan Paulus.

U. Doakanlah kami.



Marilah Kita Berdoa

Ya Tuhan, berikanlah kepada kami – yang mengabdi di bawah panji Santa Maria – iman sepenuhnya terhadapMu – dan kepercayaan kepada Sang Puteri – hingga kami dapat mengalahkan dunia. Berilah kami kepercayaan teguh – terdorong karena kecintaan, sehingga kami dapat melaksanakan semua pekerjaan – karena cinta sejati kepadaMu – dan di dalam sesama kami – selalu melihat Tuhan dan mengabdi Tuhan; - berilah kami kepercayaan yang kokoh bagaikan batu karang – tempat kami berdiri dengan tenang dan hati teguh, - menghadapi kesusahan, kesukaran dan kekecewaan hidup – kepercayaan yang berani hingga kami tidak ragu-ragu, - sanggup melaksanakan pekerjaan luhur, - untuk Tuhan dan untuk keselamatan jiwa-jiwa; - kepercayaan yang telah menjadi Tugu Api bagi Legio kami, - yang memimpin kami yang bersatu – untuk menyalakan api cinta kasih Tuhan di mana-mana – untuk menyinari mereka yang ada dalam kegelapan dan bayangan maut – untuk mengorbarkan mereka yang telah padam semangatnya – untuk membawa kembali hidup kepada mereka yang telah mati karena dosa – kepercayaan yang menuntun langkah kami melalui Jalan Damai, - sehingga Legio kami setelah perjuangan hidup ini, - tanpa kehilangan seorangpun – berkumpul kembali dalam kerajaan dan keluhuranMu. Amin.


P. Moga-moga jiwa para anggota Legio kami – dan jiwa-jiwa orang beriman – beristirahat dalam ketenteraman karena kerahiman Tuhan. Amin.

(+) Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.Amin.




Istilah di Legio Maria


1. TESSERA
Kata ini berasal dari bahasa Latin. Dalam bahasa Latin, tessera mempunyai arti tertentu sebagai tanda pengenal atau tanda kenang – kenangan yang dibagikan antara teman – teman agar supaya mereka dan keturunan mereka selalu dapat saling mengenal.
Dalam kaitan dengan Legio Maria, tessera merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa – Doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier .

2. AUKSILIER, AJUTORIAN, PRETORIAN
Merupakan jenis keanggotaan dari Legio Maria. Selain anggota aktif yang setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas – tugas yang diberikan oleh Ketua di rapat, Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Dikatakan tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas – tugas yang dibagikan dalam rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa – doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario. Mereka yang sudah berdoa Rosario setiap hari dengan intensi apapun, dapat menjadi anggota auksilier tanpa kewajiban tambahan berdoa Rosario lagi. Anggota auksilier merupakan sayap kiri dari laskar Legio yang berdoa.
Pada keanggotaan auksilier, dibagi menjadi 2 tingkat :

Auksilier biasa
Ajutorian
Anggota Ajutorian merupakan sayap kanan dari laskar Legio yang berdoa. Kewajiban yang dijalankan seorang anggota ajutorian sama dengan anggota auksilier, dengan tambahan menghadiri Misa dan menyambut Komuni Kudus setiap hari dan juga berdoa dari Ibadat Harian yang telah disahkan oleh Gereja.
Anggota Pretorian merupakan tingkat keanggotaan yang lebih tinggi dari keanggotaan aktif, yang selain menjalankan kewajiban sebagai anggota aktif, mempunyai kewajiban tambahan yaitu setiap hari berdoa seluruh doa dalam tessera, menghadiri Misa dan menyambut Komuni Kudus setiap hari serta berdoa dari Ibadat Harian yang telah disahkan oleh Gereja.

3. KATENA
Kata Katena, berasal dari bahasa Latin yang artinya rantai. Dalam Legio Maria disebut katena, yaitu rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang pada pokoknya terdiri dari Magnificat , doa pujian Maria sendiri, kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari – hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati. Nama rantai doa Legio juga mengingatkan para anggota agar berdoa setiap hari.

4. VEKSILUM LEGIONIS
Veksilum Legionis dalam kaitannya dengan Legio Maria adalah Panji Legio. Dengan mengambil kesamaan dari panji pasukan Romawi, dimana burung garuda di bagian atas panji diganti dengan burung merpati, lambang dari Roh Kudus. Di bawah  burung merpati terdapat palang salib yang bertuliskan “Legio Mariae” (Legio Maria). Di antara palang salib dan tangkai pegangan (dan diikatkan kepada tangkai pegangan dengan sebuah bunga mawar dan bunga leli), terdapat bingkai bulat telur dengan lukisan “Yang Semula Jadi Tak Bercela (medali wasiat). Tangkai pegangan ditancapkan pada sebuah bola dunia, yang berdiri di atas sebuah alas persegi untuk penggunaan di atas meja. Keseluruhan disain berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra – putrinya.

5. ACIES
Acies berasal dari kata Latin yang artinya pasukan yang siap bertempur. Dalam kaitan dengan Legio Maria, Acies merupakan upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini, legioner sebagai suatu badan berkumpul untuk memperbaharui janji kepada Maria, ratu Legio dan untuk menerima kekuatan dan berkat dari Maria sebagai bekal untuk pertempuran selama satu tahun yang akan datang dalam melawan kekuatan jahat.

6. PRESIDIUM
Presidium adalah satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki. Tiap presidium diberi nama menurut salah satu gelar Maria, misalnya Perawan Yang Murah Hati, atau salah satu karunia istimewanya, seperti Yang Semula Jadi Tak Bercela.

7. ALOKUSIO
Alokusio dalam bahasa Latin berarti amanat panglima Romawi kepada para prajuritnya.  Alokusio di Legio Maria merupakan amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin/ Asisten Pemimpin Rohani, berupa penjelasan dan komentar tentang buku pegangan dengan tujuan agar para anggota terbiasa dan menguasai setiap hal yang terdapat dalam buku. Dalam hal Pemimpin/ Asisten Pemimpin Rohani tidak hadir, Ketua atau anggota yang ditunjuk oleh Ketua harus memberikan alokusio.

8. PERWIRA
Perwira di Legio Maria terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris/ Penulis dan Bendahara.

9. KURIA DAN KOMISIUM
Apabila dalam satu kota, desa atau daerah telah terdapat dua atau lebih presidium, maka perlu dibentuk suatu dewan, dalam hal ini disebut Kuria. Kuria harus terdiri dari semua perwira (termasuk Pemimpin Rohani) dari presidium – presidium dalam daerah itu .
Untuk kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium. Terbentuknya komisium adalah untuk memberikan kekuasaan tertentu kepada suatu kuria dalam mengawasi dan mengasuh satu kuria atau lebih di samping kewajibannya sendiri.
Komisium bukan suatu dewan baru melainkan ia tetap menjalankan tugas sebagai kuria di wilayah kerjanya sendiri dan mengawasi langsung presidiumnya sendiri. Sebagai tambahannya, ia juga mengawasi satu atau beberapa kuria lainnya.

10. REGIA
Regia adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus. Regia berada satu tingkat di bawah Senatus. Konsilium sebagai dewan tertinggi yang memiliki wewenang, apakah Regia harus berada langsung di bawah Konsilium atau Senatus.

11. SENATUS
Senatus adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu negara. Senatus berada langsung di bawah Konsilium. Di negara – negara dimana karena luasnya wilayah negara atau karena lain – lain alasan, dapat memiliki lebih dari satu Senatus.

12. KONSILIUM LEGIONIS MARIA
Dewan pusat tertinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio disebut Konsilium Legionis Maria. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan – peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, dimana pun juga; untuk menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi; menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan; segala pertanyaan tentang keanggotaan; dan segala segi masalah sampai kepada tepat tidaknya suatu tugas atau cara pelaksanaannya. Konsilium Legionis Maria bertemu sebulan sekali di Dublin,  Irlandia.

Novena St. Yudas Tadeus


Tentang St. Yudas Tadeus:
Hamba dan Sahabat Setia Yesus

Mengapa St Yudas Rasul-lah yang kita mintai pertolongan dalam perkara-perkara sulit yang nyaris tanpa pengharapan?
~ seorang pembaca di Annandale

Sebelum membahas pertanyaan yang diajukan di atas, marilah pertama-tama kita memeriksa apa yang kita ketahui mengenai St Yudas. Sungguh sayang, Kitab Suci tidak menceritakan secara terperinci mengenai kehidupan St Yudas. Tetapi, yang terpenting adalah bahwa ia dicatat sebagai salah satu dari keduabelas rasul yang dipanggil Tuhan Yesus, “Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka duabelas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat” (Lukas 6:13-16; bdk juga Kis 1:13). Dalam Injil St Matius (10:2-4) dan Markus (3:16-19), nama “Yudas” tidak disebutkan dalam daftar para rasul, melainkan nama “Tadeus”; sebagian ahli berpendapat bahwa Tadeus dipergunakan guna membedakan Yudas dari si pengkhianat Yudas Iskariot. Namun demikian, kedua nama tersebut, Yudas dan Tadeus, menunjuk pada orang yang sama, dan terkadang kita malah mendengar St Yudas Tadeus. Tradisi liturgis kita juga mencerminkan hal ini: Teks bahasa Latin dan bahasa Indonesia dari Doa Syukur Agung I dalam Misa mempergunakan nama Tadeus, sementara teks bahasa Inggris mempergunakan nama Yudas dalam daftar para rasul.


Menurut tradisi, St Yudas adalah pengarang dari “Epistula Yudas” yang kita dapati dalam Perjanjian Baru. Sebagian ahli pada masa belakangan ini berselisih pendapat apakah Rasul St Yudas adalah sesungguhnya pengarang dari surat Yudas. Daripada berkutat pada segala argumentasi itu, marilah secara singkat kita memeriksa bukti-bukti tradisional yang mendukung St Yudas sebagai pengarangnya. The Muratorian Fragment (± 155M) menyajikan satu dari daftar-daftar awali mengenai tulisan-tulisan yang dapat dibacakan dalam Misa sebab tulisan-tulisan itu dikarang oleh para rasul dan bebas dari sesat ataupun kesalahan. Tulisan-tulisan ini kemudian dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru. The Muratorian Fragment mencantumkan Epistula Yudas sebagai salah satu dari tulisan-tulisan yang diterima itu, karenanya mempertegas bahwa pengarangnya adalah Rasul St Yudas.


Namun demikian, dengan menerima hal ini, muncul suatu pertanyaan lain: Jadi, mengapakah pengarang epistula tersebut mengidentifikasikan diri sebagai “saudara Yakobus” (Yudas 1), yang menunjuk pada Rasul St Yakobus Muda? Dalam daftar Keduabelas Rasul seperti dikutip di atas, Yudas diidentifikasikan sebagai “anak Yakobus” sementara St Yakobus Muda diidentifikasikan sebagai “anak Alfeus”. Masalahnya terletak pada terjemahan dari teks Injil berbahasa Yunani ke bahasa Inggris dan Indonesia. Kembali ke teks Injil yang asli berbahasa Yunani tulisan St Lukas, orang tidak akan mendapati kata “anak” baik dalam hubungannya dengan “Yakobus anak Alfeus” maupun “Yudas anak Yakobus”; melainkan, terjemahan harafiahnya adalah “Yakobus dari Alfeus” dan “Yudas dari Yakobus”. (Begitu pula halnya dengan teks Latin Vulgata). Jadi, bagaimanakah hubungan sesungguhnya?


“Yakobus” yang dimaksudkan dalam Surat Yudas adalah St Yakobus Muda (bukan St Yakobus Tua saudara St Yohanes anak-anak Zebedeus, bdk Matius 4:21), yang adalah sepupu Yesus (Matius 13:55, perlu dicatat bahwa kata “saudara” dipergunakan sebagai suatu istilah yang mencakup segala bentuk hubungan kekerabatan). Apakah Yesus Mempunyai Saudara? Karena dalam daftar Rasul dalam Injil St Matius maupun St Markus, nama Tadeus segera menyusul sesudah “Yakobus anak Alfeus,” maka secara tradisional disimpulkan bahwa Tadeus dan Yakobus adalah bersaudara. Ingat bahwa Tadeus adalah nama lain dari Yudas. Sebab itu, pengarang epistula adalah Yudas yang sama yang adalah saudara Yakobus Muda. Sebab itu adalah tepat Kitab Suci Douay Rheims menterjemahkan daftar dalam Lukas 6:13-16 sebagai berikut: “Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, dan Yudas saudara Yakobus.” Alasan lain mengapa St Yudas mengidentifikasikan dirinya sebagai “saudara Yakobus” di awal epistula kemungkinan besr adalah karena Rasul St Yakobus Muda menjadi Uskup Yerusalem yang terkenal; sebab itu, hubungan menegaskan bahwa pengarang epistula adalah seorang rasul dan menghilangkan segala kerancuan dengan Yudas Iskariot.


Sekarang setelah kita menjadi lebih paham mengenai mengapa St Yudas adalah Rasul, saudara Yakobus Muda, sepupu Yesus, dan pengarang Epistula Yudas dalam Perjanjian Baru, kita dapat melanjutkan dengan menjawab pertanyaan di atas.


Ada satu perkataan St Yudas yang dicatat dalam Injil St Yohanes. Pada Perjamuan Malam Terakhir, ia bertanya kepada Yesus, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yohanes 14:22). Tuhan kita menjawab, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”


Epistula Yudas serupa dengan Epistula Kedua St Petrus. Sebagian ahli memperkirakan surat ditulis sekitar tahun 70M. St Yudas mendorong komunitas untuk “tetap berjuang untuk mempertahankan iman” dan memperingatkan mereka terhadap guru-guru palsu. Ia menantang umat beriman awali, “Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api” (Yudas 20-23).


Menurut tradisi, sesudah kebangkitan Yesus, St Yudas Tadeus mendapatkan kain kafan Tuhan, yang oleh sebagian besar orang diyakini sebagai Kain Kafan Turin. Pada akhirnya, St Yudas membawanya ke Edessa, sekarang Turki. Dari sana, ia menjelajah hingga ke daerah Armenia. Ritus Armenia menelusuri asal-muasalnya dari St Yudas Tadeus.


St Yudas kemudian mewartakan Injil di Mesopotamia di mana Simon menggabungkan diri. Dari sana, mereka melakukan karya misi ke Persia, di mana keduanya menerima mahkota kemartiran. St Yudas didera dengan pentung hingga tewas; St Simon digergaji hingga berkeping-keping. Pesta S. Simon dan S. Yudas, Rasul kita rayakan setiap tanggal 28 Oktober.


Jadi, mengapakah St Yudas Tadeus dijadikan pelindung perkara-perkara sulit yang nyaris tanpa pengharapan?
Alasannya menurut tradisi amat sederhana: Ketika orang mendengar nama Yudas, pikiran orang akan segera tertuju pada Yudas Iskariot yang mengkhianati Tuhan kita. Sebab itu, orang yang nyaris putus harapan saja yang akan datang memohon bantuannya. Sebab amat jarang dihormati dan dimintai pertolongan, St Yudas selalu siap sedia dan menanti untuk mendengar doa-doa mereka yang menyerukan namanya. Ironisnya, ia mungkin adalah rasul yang paling sering dimohon bantuan doanya, dan yang paling banyak dikenang dalam gereja-gereja dalam rupa patung ataupun karya seni lainnya.


Sebuah doa yang dibagikan di Tempat Ziarah Nasional St Yudas di Chicago berbunyi demikian:

“St Yudas, Rasul yang tersuci, hamba dan sahabat setia Yesus, Gereja semesta menghormatimu dan memohon pertolonganmu sebagai pelindung dalam perkara-perkara sulit yang nyaris tanpa pengharapan, dalam perkara-perkara yang nyaris mustahil. Doakanlah aku, yang begitu tak berdaya dan sebatang kara. Aku mohon dengan sangat kepadamu, dengan hak istimewa yang dianugerahkan kepadamu, sudi datangkanlah pertolongan yang nyata dan segera di mana pertolongan nyaris mustahil. Sudi datanglah menolongku dalam kepentingan mendesak ini agar aku beroleh penghiburan dan pertolongan surgawi dalam segala kebutuhanku, pencobaan dan penderitaan, teristimewa [nyatakan permohonanmu] dan kiranya aku dapat memuliakan Tuhan bersamamu dan bersama segenap mereka yang terpilih untuk selama-lamanya. Aku berjanji, ya St Yudas yang terberkati, untuk senantiasa mengingat pertolongan besar ini, untuk senantiasa menghormatimu sebagai pelindungku yang istimewa dan berdayakuasa, dan untuk dengan penuh syukur mendorong devosi kepadamu. Amin.”




Novena Santo Yudas Tadeus


Rasul yang amat suci, Santo Yudas Tadeus, pelayan dan sahabat Yesus yang setia, Gereja Semesta menghormati dan memohon kepadamu, sebagai penolong dari masalah-masalah yang tampaknya tidak ada harapannya, hal-hal yang tidak ada jalan keluarnya. Doakanlah aku, karena aku merasa sendirian dan tidak mempunyai penolong.

Aku mohon padamu, gunakanlah kekuatan khusus yang diberikan kepadamu untuk memberikan padaku bantuan nyata dan sesegera mungkin disaat aku merasa bantuan itu hampir tidak ada. Dampingilah aku dalam kebutuhanku yang mendesak ini sehingga aku boleh menerima penghiburan dan bantuan Surgawi atas semua kebutuhanku, masalah dan penderitaanku, khususnya .......... (sebutkan permintaan anda) dan sehingga aku akan memuji Tuhan bersamamu dan semua orang terpilih selamanya. Aku berjanji, oh Santo Yudas Tadeus untuk selalu mengingat bantuan besar ini, untuk selalu menghormati sebagai Rasul yang istimewa dan perkasa diantara kedua belas Rasul lainnya dan untuk meningkatkan devosi kepadamu.

Semoga Hati Yesus yang Mahakudus selalu dihormati, dicintai disemua Tabernakel sampai akhir zaman.
Semoga Hati Yesus yang Mahakudus dihormati dan dimuliakan sekarang dan selama-lamanya.
Santo Yudas Tadeus doakanlah aku dan dengarlah doaku.

Terberkatilah Hati Kudus Yesus.
Terberkatilah Hati Maria yang tak bernoda.
Terberkatilah Santo Yudas Tadeus.
Diseluruh bumi dan selalu disepanjang masa.
Amin.

Catatan

Ucapkanlah doa novena ini pada saat Anda menghadapi masalah besar dan kehilangan semua bantuan yang ada atau tak menemukan jalan keluar atas masalah tersebut.
Novena ini sebaiknya didoakan enam (6) kali sehari, selama sembilan (9) hari berturut-turut.
Sebaiknya doa novena ini dicetak (diprint) atau ditulis tangan, lalu tinggalkanlah doa novena ini agar ditemukan orang lain. Dengan demikian, Anda telah ikut mewartakan doa novena ini kepada sesama.
Doa ini akan dijawab pada hari ke 9 atau sebelumnya dan belum pernah gagal.

Novena Medali Wasiat Santa Maria


Kisah Medali Wasiat

Kisah Medali Wasiat berawal dari penampakan Bunda Maria kepada St Katarina Laboure, seorang novis di rumah induk Suster-suster Puteri Kasih di Paris (yang masih berdiri hingga sekarang di 140 Rue du Bac). St Katarina (1806-1876, dikanonisasi 1947) adalah puteri seorang petani, yang kesembilan dari sebelas bersaudara. Ketika usianya delapan tahun, ibunya meninggal dunia. Bahkan dalam usia yang masih amat belia, St Katarina telah menunjukkan kasih yang istimewa kepada Bunda Maria. Sepeninggal ibunya, St Katarina memanjat sebuah kursi agar dapat menggapai patung Bunda Maria di rumah mereka. Ia mendekapkan patung itu ke dadanya sembari berkata, “Sekarang, Bunda Maria terkasih, engkau akan menjadi ibuku.” Ia diserahi tugas mengurus rumah tangga, dan karena itu ia tidak dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah. (Saudara yang bungsu menderita cacad dan membutuhkan perhatian terus-menerus.) Pada tanggal 22 Januari 1830, dalam usia 24 tahun, St Katarina menggabungkan diri dengan Suster-suster Puteri Kasih yang didirikan oleh St Vincentius de Paul.

Pada malam hari 18 Juli 1830, St Katarina melihat Bunda Maria duduk di tempat paduan suara di kapel rumah induk. St Katarina sendiri mencatat peristiwa tersebut, yang diberinya judul, “Percakapan bulan Juli dengan Santa Perawan, dari pukul 11.30 malam hari tanggal 18 hingga pukul 1.30 dini hari tanggal 19, pada pesta St Vincentius.” Sepanjang waktu itu, Bunda Maria berbicara kepadanya dan menyampaikan beberapa nubuat yang di kemudian hari terbukti menjadi kenyataan. Bunda Maria mengatakan, “Anakku, Allah yang baik hendak menugasimu dengan suatu misi. Engkau akan banyak menderita, tetapi engkau akan mengatasi penderitaan-penderitaan ini dengan merenungkan bahwa apa yang engkau lakukan adalah demi kemuliaan Allah. Engkau akan mengetahui apa yang dikehendaki Allah yang baik. Engkau akan menderita hingga engkau mengatakan kepada dia yang ditugasi untuk membimbingmu. Engkau akan ditentang tetapi, janganlah takut, engkau akan beroleh rahmat. Katakanlah dengan penuh kepercayaan segala yang terjadi dalam dirimu; katakan dengan bersahaja. Percayalah. Jangan takut.”
Pada tanggal 27 November 1830, Bunda Maria kembali menampakkan diri kepada St Katarina sekitar pukul 5.30 petang, sementara Katarina bermeditasi bersama komunitas. St Katarina menggambarkan apa yang dilihatnya, “Santa Perawan berdiri. Tingginya sedang; ia mengenakan busana serba putih. Gaunnya seputih fajar, dibuat dalam model a la vierge, yaitu, leher tinggi dan lengan-lengan baju yang sederhana. Sebuah kerudung putih menutup kepala dan jatuh terjuntai di samping kedua kaki. Di bawah kerudung, rambutnya, yang tergelung, diikat dengan sebuah ikat rambut berhias renda, sekitar tiga sentimeter tingginya atau dua jari lebarnya, tanpa lipit, yang bertengger ringan di atas rambut. Wajahnya terlihat jelas, malahan terlihat amat jelas, dan begitu cantik jelita hingga rasanya mustahil bagiku untuk menggambarkan keelokannya yang teramat menawan. Kedua kakinya berpijak di atas sebuah bola dunia putih, maksudnya setengah bola dunia, atau setidaknya aku melihatnya hanya setengah. Ada juga seekor ular, berwarna hijau dengan tutul-tutul kuning. Kedua tangannya terangkat setinggi perut dan memegang, dengan cara yang amat rileks dan seolah mempersembahkan kepada Allah, sebuah bola emas dengan salib emas kecil dipuncaknya, yang melambangkan dunia. Matanya sekarang terarah ke surga, dan sekarang terarah ke bawah. Wajahnya elok jelita tiada tara hingga tak mampu aku menggambarkannya. Sekonyong-konyong, aku melihat cincin-cincin pada jari-jemarinya, tiga cincin di masing-masing jari, yang terbesar dekat pangkal jari, yang berukuran sedang di tengah, yang terkecil di ujung. Masing-masing cincin bertahtakan permata, sebagian lebih indah dari yang lain; permata-permata yang lebih besar memancarkan berkas-berkas sinar yang lebih besar sementara permata-permata yang lebih kecil memancarkan berkas-berkas sinar yang lebih kecil; berkas-berkas cahaya dari segala penjuru membanjiri bagian bawah, sehingga aku tak dapat lagi melihat kaki Santa Perawan.”

Bunda Maria kemudian menjelaskan kepada St Katarina simbolisme sehubungan dengan penampakannya: “Bola ini yang engkau lihat melambangkan seluruh dunia, khususnya Perancis, dan setiap orang secara istimewa. [Sinar-sinar kemilau] adalah lambang rahmat-rahmat yang aku limpahkan atas mereka yang memohonnya. Permata-permata yang darinya tidak terpancar sinar adalah rahmat-rahmat yang lupa dimohonkan oleh jiwa-jiwa.” Sebuah bingkai yang sedikit oval mengelilingi Bunda Maria, di atasnya tertulis kata-kata dalam huruf-huruf emas: “O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu.” Gambar ini dengan jelas mengidentifikasikan Bunda Maria sebagai Yang Dikandung Tanpa Dosa dan Mediatrix (= Perantara) Rahmat. Pada tahun 1854, Beato Paus Pius IX secara khidmad memaklumkan Dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, yakni “… bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang Mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal…” (Ineffabilis Deus).
Bunda Maria kemudian memerintahkan kepada St Katarina agar sebuah medali dibuat seturut gambar ini. Di sisi belakang medali hendaknya terdapat sebuah M yang besar dengan sebuah palang dan sebuah salib di puncaknya; di bawah M terdapat Hati Yesus dimahkotai duri, dan Hati Maria ditembusi sebilah pedang. Bunda Maria juga mengatakan, “Mereka semua yang mengenakan medali ini akan menerima rahmat-rahmat istimewa; hendaknya mereka mengenakannya pada leher. Rahmat akan dicurahkan secara berlimpah ruah kepada mereka yang mengenakannya dengan penuh kepercayaan.” Dengan persetujuan Uskup Agung de Quelen dari Paris, 1500 medali pertama dibuat pada tanggal 30 Juni 1832. Oleh karena banyaknya anugerah yang diterima umat beriman, medali ini segera dikenal sebagai ajaib, “Miraculous Medal” atau “Medali Wasiat”. Setelah suatu penyelidikan kanonik di Paris (1836) mengenai penampakan, medali dimaklumkan sebagai berasal dari yang adikodrati.


Mukjizat Medali Wasiat

Salah satu dari mukjizat yang paling terkenal seputar medali wasiat adalah pertobatan yang serta merta dari seorang Yahudi yang atheis bernama Alphonse Ratisbonne. Ia adalah putera dan ahli waris dari sebuah keluarga aristokrat bankir Yahudi yang kaya raya di Strasbourg, Perancis. Setelah kakak laki-lakinya memeluk agama Katolik dan menjadi seorang imam, dan keluarganya tak mau lagi mengakuinya, Ratisbonne memendam kebencian mendalam terhadap Katolik. Ketika di Roma, Ratisbonne bertemu dengan Baron de Bussieres - saudara laki-laki dari salah seorang sahabat dekatnya-. Sang baron, seorang Katolik yang saleh, menantang Ratisbonne untuk mengenakan medali wasiat dan mendaraskan sebuah doa singkat setiap hari kepada Bunda Maria; jika tidak terjadi sesuatu, maka sungguhlah tidak ada “takhayul yang menjijikkan” itu, sebagaimana Ratisbonne biasa menyebutnya. Ratisbonne menerima tantangan. Pada tanggal 20 Januari 1842, pada hari terakhir masa tinggalnya di Roma, sang baron dan Ratisbonne berhenti di Gereja St Andrea delle Fratte. Segera saja, Ratisbonne merasakan suatu gejolak rohani. Ia melihat suatu cahaya terang benderang yang memenuhi kapel Malaikat Agung St Mikhael. Katanya, “Aku melihat seseorang berdiri di altar, suatu sosok bercahaya yang mulia, sepenuhnya agung dan menawan, Santa Perawan Maria sebagaimana ia digambarkan dalam medali ini. Suatu kuasa yang tak terelakkan menarikku kepadanya. Ia mengatakan kepadaku untuk berlutut dan ketika aku melakukannya, ia tampak senang. Meski ia tiada pernah mengatakan sepatah kata pun, aku memahaminya sepenuhnya. … Aku di sana, berlutut, berurai airmata. … Aku mengambil medali … dan mencium penuh kasih gambar Santa Perawan yang bercahaya dalam rahmat. Sungguh, itu dia!” Tak lama sesudah peristiwa itu, Ratisbonne dibaptis, dan kemudian ditahbiskan menjadi seorang imam. Pertobatan yang sekonyong-konyong dari seorang yang tersohor ini membantu mendorong Tahta Suci untuk segera memberikan persetujuan resmi kepausan atas medali.


Mengenai Medali Wasiat

Pater Rene Laurentin, salah seorang Mariolog terbesar dalam jaman kita, mengatakan, “Bagian depan menyatakan terang, penerangan Tuhan atas dia yang telah dipilih-Nya sebagai model keselamatan yang ditawarkan kepada segenap umat manusia dalam Yesus Kristus, agar semuanya menjadi terang dalam terang-Nya. Bagian belakang menyatakan wajah keras dan tersembunyi dari pesan: kasih dan Salib, sumber keselamatan, sebagaimana digambarkan oleh Sengsara Tuhan kita dan Belas Kasih Bunda Maria agar semua orang diundang untuk ikut ambil bagian.” Sementara kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa pada tanggal 8 Desember, dan mengenangkan penampakan Bunda Maria kepada Katarina Laboure, marilah kita mengarahkan hati kepada Bunda Maria, yang senantiasa rindu menghantar kita untuk terlebih akrab dengan Putra Ilahinya, Juruselamat kita Yesus Kristus. Dengan doa-doa serta teladannya, kiranya Santa Perawan Maria, yang penuh rahmat dan dikandung tanpa dosa, membimbing kita di sepanjang jalan kekudusan.

NOVENA MEDALI WASIAT

Ya Perawan Maria yang tak bercela, Ibu Yesus Kristus Tuhan kami dan Ibu kami,
dengan penuh kepercayaan akan perantaraan-Mu, yang kuasa tak terhingga dan tak pernah sia-sia – sebagaimana sudah seringkali nyata oleh medali wasiat.
Kami anak-Mu yang terkasih dan penuh kepercayaan,
memohon supaya Engkau memperolehkan kami kurnia dan anugerah,
yang kami minta dalam novena ini, asal berguna bagi jiwa kami dan jiwa-jiwa yang kami doakan.

(Sebutkan disini permohonan anda)

Ya Maria, sudah berapa kali jiwa kami menjadi tempat suci bagi Putera-Mu.
Yang benci akan dosa, perolehkanlah kami kebencian yang besar akan dosa dan (berilah) kami kesucian hati, yang mempererat kami dengan Allah, sehingga tiap-tiap pikiran, tiap-tiap kata, tiap-tiap perbuatan kami hanya memperbesar kemuliaann-Nya.
Perolehkanlah bagi kami tabiat senang berdoa dan mati-raga,
supaya dapat kami peroleh kembali apa yang telah hilang karena dosa kami dan supaya akhirnya kami boleh sampai di tempat yang terberkati itu,
tempat Engkau menjadi ratu para malaikat dan manusia. Amin.

Ya Maria, yang semula jadi tak bercela, doakanlah kami yang berlindung kepada-Mu. (3 x)
Aflat* tiap-tiap kali 300 hari.
 *Aflat, artinya diulangi selama 300 hari berturut-turut, jika lengah mulai lagi dari awal.


 Kesaksian pertama


saat saya bertugas di paroki Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Waktu persinya saya lupa (mungkin sekitar Agustus 1997). Sekitar jam 11.00 sepasang pasutri tergopoh-gopoh datang ke pastoran. Mereka dari jauh sudah berteriak; “pastor,pastor, anaknya Bp. Tejo tengelam, anaknya Bp. Tejo tenggelam” (Nb: Bp. Tejo adalah mantri kesehatan yang bekerja di rumah untuk orang sekarat yang dikelola oleh CM dan Sr. ALMA, dia juga sekaligus umat paroki Pinoh). Waktu itu spontan saya menjawab: “saya tidak bisa berenang”. Mereka juga spontan menjawab: “pastor berdoa, pastor bedoa!!!”. Saya pergi kegereja di depan patung bunda Maria Medali Wasiat saya memohon mukjizat terjadi, saya nyalakan sebuah lilin dan setelah itu saya pergi ke sungai Pinoh dimana anak itu tenggelam.
Sudah bukan rahasia lagi bagi kami yang tinggal di Kalimantan, bahwa kalau ada orang tenggelam dalam sungai, itu berarti tidak ada harapan lagi dan jazatnya baru akan diketemukan 2 atau 3 hari berikutnya.
Waktu saya datang ditepi sungai sudah banyak orang ada di sana, Bp. Tejo dan isitri menangis meraung-raung. Di tangan saya ada segenggam Medali Wasiat, saya minta orang-orang yang menyelam untuk mencari anak usia 7 th itu menaburkan medali di tempat anak itu tenggelam.
Mukjizat terjadi, walau dalam keadaan mati anak itu muncul tidak lama setelah Medali Wasiat ditaburkan di sungai. Waktu itu hampir semua penduduk asli tidak percaya, sebab sudah lazim kalau orang tenggelam pasti akan muncul 2 atau 3 hari berikutnya, tetapi saat ini lilin yang saya nyalakan di gereja belum habis anak itu sudah muncul.
(sumber : http://dedijay.blogspot.com)

Kesaksian kedua

Ketika saya selamat dari kecelakaan mobil pada bulan Maret tahun 2002 yang lalu. Saat itu saya menghantarkan bibi saya yang adalah seorang suster ke kota Taitung (60 km dari tempat saya bekerja di Taiwan). Pulang dari Taitung saya sendirian  mengendarai mobil itu. Entah bagaimana saya tidak merasakan apa-apa lagi dan ketika mata terbuka mobil saya sudah berada di depan tiang listrik yang besar. Mobil itu sendiri sekarang menjadi barang rongsokan sebab mesinnya begitu menabrak tiang listrik langsung anjlok. Saya sendiri mengalami perawatan sekitar 3 bulan.
Satu hal yang saya tak akan lupa, ialah di dalam mobil itu, tepatnya di deskboardnya terdapat patung kecil Bunda Maria medali Wasiat. Dan saya yakin tangan Bunda Maria yang terbuka itulah yang melindungi saya. Melihat kerusakan mobil banyak orang mengira saya sudah di alam yang lain.
(sumber : http://dedijay.blogspot.com)

Kesaksian ketiga

Terjadi tanggal 27 November 2002 yang lalu.
Sebagai anggota CM saya punya kewajiban moril untuk membagikan kekayaan rahmat Medali wasiat kepada umat. Maka sejak saya bekerja di Taiwan, setiap bulan November di paroki saya berada kami mengadakan novena Medali Wasiat.
Karena waktu sangat terbatas maka kali kami hanya mengadakan Triduum saja. Pada hari pertama dan kedua tidak ada masalah dengan Medali sebab masih cukup persedian untuk dibagikan ke umat. Tetapi untuk hari ketiga, saya tidak punya lagi. Habis sama sekali. Saya pulang kerumah komunitas dan meminta kepada beberapa romo CM kalau- kalau mereka masih punya persediaan, ternyata mereka juga tidak mempunyainya lagi.
Sekembali dari rumah komunitas yang berjarak dua setengah jam naik KA saya kembali ke pastoran tempat saya tinggal untuk menyiapkan misa Triduum hari ketiga. Katika sampai di pinta pastoran saya melihat ada bungkusan paket dari CM Belanda, dan ketika saya buka ternyata isinya 2000 buah medali, saya langsung meloncat dan berteriak senang. Mukjizat terjadi!
Saya tidak mengira mendapatkan pada hari saya membutuhkan sekali Medali itu. Beberapa waktu sebelumnya saya memang menulis surat kepada 2 intansi di Belanda untuk meminta barang-barang devosionalia, tetapi saya tidak menyebutkan kalau saya minta Medali Wasiat.
Dan anehnya ketika saya buka bungkusan paket itu ternyata isinya Medali wasiat dan gambar Maria dari Medali Wasiat. Inilah sharing sederhana saya. Saya tidak punya pengalaman rohani yang mistik atau khusus.
Pengalaman saya hanya biasa-biasa saja, sebagaimana saya sebagai pastor paroki desa seperti sekarang ini. Davis, inilah sharingku dan hutangku kepadamu. Saya minta maaf kalau bahasa Indonesia saya kurang memenuhi standart.
(sumber : http://dedijay.blogspot.com)

Novena St. Antonius



Tentang St. Antonius

St. Antonius lahir di Lisbon pada tahun 1195 dari sebuah keluarga bangsawan yang kaya dan terhormat. Orang tuanya mengirim dia studi untuk berharap suatu hari kelak anaknya akan menjadi seorang magister atau uskup. Ketika usianya mencapai 13 tahun, setelah doa yang panjang dan refleksi yang sangat serius, dia meninggalkan istananya yang kaya dan pergi ke biara Santo Vincent.  Pada13 Juni 1231, ia wafat di biara Santa Clara dekat Padua.  Pada tahun 1946, Paus Pius XII member gelar Pujangga Injil kepadanya.  Lidah St. Antonius, yang merupakan satu-satunya bagian tubuhnya yang tidak hancur, disimpan di Basilika di Padua.

Santo Antonius dari Padua, yang sangat terkenal dengan perbuatan ajaibnya, adalah orang kudus dari ordo Fransiskan. Dalam hidupnya yang singkat itu (meninggal pada umur 36 tahun) banyak sekali mujizat yang terjadi karena perantaraannya. Dia dicintai dan terkenal sebagai "Pembuat Mujizat dari Allah." Ia di kenal karena karyanya di antara para orang miskin; dan walaupun dia terpelajar, dia sering berbicara dengan kata-kata sangat sederhana namun penuh kuasa dan kasih.

Doa pembuka

Santo Antonius yang terkasih, kami menghormati dikau sebagai hamba Allah yang setia dan ulet. Semoga kami dibantu oleh jasa-jasa dikau dan perantaraan dikau; sehingga permohonan kami dikabulkan oleh Allah.
Amin

Hari Pertama

"Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus" Mzm 28:2
Permohonan ...
Santo Antonius, pembuat mukjizat yang dikaruniai oleh Allah secara berlimpah. Banyak mujizat telah dilakukan oleh-Nya melalui perantaraan dikau. Dalam kebaikan dikau, datanglah sekarang untuk membantu kami dan dengarlah doa permohonan kami ini. Amin

Hari Kedua

"Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku" Mzm 27:9
Permohonan ...
Santo Antonius yang terkasih, kami datang kepada dikau dengan penuh keyakinan akan karunia Allah yang ada pada dikau; yang selalu bersedia untuk menolong mereka yang membutuhkannya. Dikau yang berada di kemuliaan surga, jadilah perantara kami. Amin

Hari Ketiga

"Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu" Mzm 86:5
Permohonan ...
Santo Antonius yang mulia, kami mengakui kelemahankami dan dosa-dosa kami terhadap Yang Mahakuasa. Meskipun kami tidak layak, tolonglah kami dalam kebutuhan kami yang mendesak ini. Karena kasih dikau kepada kami, jadilah pembela kami.
Amin

Hari Keempat

"Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku" Mzm 143:8
Permohonan ...
Santo Antonius yang rajin menolong, tolonglah kami agar dapat mengerti dan menghargai maksud-maksud Allah dalam kehidupan kami. Jadilah pelindung kami yang berkuasa dalam kebutuhan kami ini. Kami yakin dikau akan memohonkan belas kasih Allah demi kami yang membutuhkannya. Amin

Hari Kelima

"Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN" Mzm 9:10
Permohonan ...
Santo Antonius yang murni, demi kasih dikau kepada Kristus dan Gereja-Nya, kami memohon bantuan dikau bagi kami yang berada di dalam kecemasan ini. Kami memohon jawaban. Perlihatkanlah kuasa Allah dalam para orang kudus-Nya dengan membantu umat-Nya.
Amin

Hari Keenam

"TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya" Mzm 28:7
Permohonan ...
Santo Antonius yang rendah hati, penyerahan dikau kepada kemiskinan memperkaya Gereja dengan banyak berkat. Kami memohon pertolongan dikau, semoga karena contoh dikau itu, kami diberi rahmat kerendahan hati untuk menerima kehendak Allah.
Amin

Hari Ketujuh

"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku" Mzm 23:4
Permohonan ...
Santo Antonius yang baik, dikau menghibur mereka, yang seperti kami berada dalam duka. Beradaklah bersama kami, yang mencontoh dikau, mau menghibur mereka yang ada dalam kesulitan. Mohon pertolongan Allah bagi kami.
Amin

Hari Kedelapan

"Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu" Mzm 10:17
Permohonan ...
Santo Antonius yang terberkati. Kehidupan dikau merupakan contoh kesempurnaan yang mengerjakan perbuatan-perbuatan ajaib bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Dari kediaman dikau di surga, datanglah. Bantulah kami, mohonkanlah jawaban Allah atas kebutuhan kami ini.
Amin

Hari Kesembilan

"Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu" Mzm 86:5
Permohonan ...
Santo Antonius yang setia, hati kami melimpah dengan perasaan terima kasih. Kami mengetahui bahwa kuasa dikau karena Allah adalah besar, dan kami tahu pula bahwa dikau akan memperoleh daripada-Nya apa yang kami harapkan. Tolonglah kami sekarang; kamipun memohon agar kami dapat melayani Allah seperti dikau pernah melakukannya. Amin
Santo Antonius yang dicintai dan dihargai oleh Kanak-kanak Yesus; dengarkanlah doa-doa kami ini.

Doa Penutup Novena

Ya Allah, kami memohon agar penghormatan kami kepada Santo Antonius menjadi sumber sukacita Gereja-Mu. Semoga pertolongannya membuat kami lebih kuat dalam iman kami. semoga pula bantuannya membuat kami memperoleh imbalan yang abadi. Kami memohon ini dengan perantaraan Yesus Kristius, Tuhan kami.
Amin


Rosario St. Antonius Dari Padua
(Lihat pada gambar)

Untaian doa kepada St. Antonius terdiri dari 13 kelompok, yang masing – masing terdiri dari 3 butir.

1. St. Antonius, pemelihara jiwa yang sudah meninggal, doakanlah umat kristiani yang sedang menghadapi sakral maut dan jiwa saudara kami terkasih, yang sudah meninggal.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

2.  St. Antonius, pengkhotbah Injil yang ulung, kuatkanlah kami melawan ajaran sesat para musuh Allah dan doakan Bapa Suci serta Gereja.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

3. St. Antonius, yang diberi kekuatan mukzijat oleh Hati Yesus , lindungilah kami dari bencana yang mengancam akibat dosa – dosa kami.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

4.  St. Antonius, pengusir roh jahat, bantulah kami supaya dapat menang dari godaan setan.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

5.  St. Antonius, bunga bakung surgawi yang amat suci, sucikanlah jiwa kami dari segala dosa dan lindungilah tubuh kami dari segala bahaya.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

6.  St. Antonius, yang menyembuhkan orang sakit, doakanlah kami agar kami sembuh dari penyakit dan periharalah kesehatan kami.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

7.   St. Antonius, penuntun dalam perjalanan, bawalah kami yang berada dalam bahaya kehancuran ke pelabuhan yang aman dan redakanlah gelombang perasaan tak terkendali yang mengancam jiwa kami.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

8. St. Antonius, pembebas para tawanan, doakanlah kami selamat dari perangkap kejahatan.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

9. St. Antonius, pemulih anggota badan bagi tua dan muda, kuatkanlah kesadaran kami akan kegunaan tubuh dan kepekaan hati yang baik.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

10.St. Antonius, penemu iman yang hilang, bantulah kami untuk menemukan kembali segala sesuatu yang hilang dari kami, jasmani maupun rohani.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

11.St. Antonius, yang dilindungi Bunda Maria, hindarkanlah kami dari bahaya yang mengancam tubuh dan jiwa kami.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

12.St. Antonius, penolong kaum papa, tolonglah kami dalam setiap kebutuhan dan berilah rejeki bagi siapa saja yang memohon kepadamu.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

13.St. Antonius, kami bersyukur atas kekuatan mukjizatmu dan kami mohon dengan rendah hati agar engkau melindungi kami setiap hari sepanjang hidup kami.
Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan

Doa Penutup kepada Santo Antonius

“Terpujilah Allah bersama para malaikat dan orang Kudus Nya “
Ya St. Antonius yang paling lemah lembut diantara orang Kudus, cintamu kepada Allah dan belas kasihmu kepada mahkluk – Nya, menyebabkan engkau memiliki kekuatan mukjizat ketika masih hidup di dunia. Mukzijat – mukzijat menanti kau ucapkan, bila engkau siap memohonkannya bagi mereka yang menghadapi kesukaran dan kesedihan. Terdorong oleh gagasan ini, aku memohonkan darimu agar memperoleh bagiku (permohonan diucapkan…)
Jawaban untuk doaku ini mungkin membutuhkan terjadinya mukzijat, bahkan walaupun begitu, engkau adalah orang kudus dari banyak mukzijat.
Ya Santo Antonius yang lemah lembut dan penuh kuasa yang hatinya sanantiasa penuh simpati manusiawi, tolonglah bisikan permohonanku ini ke telinga Kanak – kanak Yesus yang manis, yang amat senang berada dalam pelukanmu, dan rasa syukur hatiku akan selalu menjadi milikmu. Amin

Doa Keluarga Kepada Santo Antonius

Tuhanku dan Allahku, Engkau telah mengutus St Antonius dari Padua, si pengkhotbah yang ulung di dalam gerejaMu untuk memuji dan memuliakan namaMu.
St. Antonius yang terkasih, dengarkanlah doa yang kami sampaikan dalam namamu bagi keluarga kami dan untuk semua orang yang berbakti kepadaNya. Jadilah perantara bagi kami dan perolehkan bagi kami rahmat surgawi untuk menanggung beratnya beban kami. Tolonglah kami pada saat-saat kami lemah, jadilah pembela kami melawan penyakit dan bahaya bagi tubuh serta jiwa kami. Bantulah kami dalam menanggung penderitaan dan pencobaan, serta teguhkanlah kami dalam iman. Perolehkan bagi kami kebaikan hati Tuhan agar kami boleh mengambil bagian dari kemurahan hati Allah dengan mereka yang miskin dan menderita. Dengarkanlah doa-doa kami, ya St. Antonius yang melakukan banyak mukjizat. Dengan murah hati jawablah kami, yang menaruhkan kepercayaan kami kepada doamu yang pasti didengarkan oleh Allah.
Ya St. Antonius, doakanlah kami agar kami pantas menerima janji-janji Kristus. 3X. Amin


Kesaksian berdoa melalui St. Antonius

(sumber : ariesadhar.com.)

Bagi orang-orang yang mengenal saya di gereja, mungkin saya tampak sebagai orang yang religius. Apalagi waktu di Cikarang, saya itu nongol di koor, nongol di lektor, nongol di lingkungan ikut macem-macem, terakhir malah nongol di altar. Tapi nggak jadi Romo juga, sih. Hanya saja, itu pencitraan yang tampak saja. Pada dasarnya saya itu orang yang jarang berdoa.

Nah, pas lagi main ke rumah pacar beberapa waktu silam, tetiba Om Camer kehilangan sebuah sekrup kecil setengah sentimeter. Cari punya cari, akhirnya sekrup itu ketemu! Om Camer kemudian berkisah kepada saya soal ampuhnya doa kepada Santo Antonius. Saya dulu ikut legio, dengan topik pembahasan santo-santa setiap pekannya, jadi saya sudah tahu bahwa Santo Antonius itu sangat membantu untuk mencari barang-barang yang hilang. Saya tahu, tapi saya tidak pernah mempraktekkannya.


Entah kenapa saya tidak cukup rajin melakukan doa devisional. Saya memang suka datang ke tempat ziarah, mulai Ganjuran sampai Kuningan, tapi ya hanya sebatas itu saja. Novena? Saya malah pernah trauma karena dua kali novena saya tidak sesuai permintaan. Saya takut berdoa, karena saya takut menjadi meragukan Tuhan. Sampai kemudian terjadi salah satu peristiwa yang paling absurd dalam hidup saya.

Alkisah saya hendak mengurus sesuatu yang membutuhkan dokumen-dokumen penting. Jadilah beberapa dokumen penting saya ambil dari tempat penyimpanan di kos dan saya bawa ke kantor. Urusan penting itu berhasil selesai dalam waktu hanya 1 jam, itupun sudah pakai acara bolak-balik kantor. Nah, map berisi dokumen penting kependudukan saya itu kemudian saya letakkan di meja.

Masalah muncul ketika tiba-tiba map itu raib dari meja. Saya tentu saja galau maksimal, apalagi rekam jejak saya untuk ingatan akan penyimpanan itu sebenarnya bisa diandalkan. Cuma kok yang ini bisa lupa dan lenyap. Seluruh laci saya bongkar, pun dokumen-dokumen yang menumpuk di meja. Hasilnya? Nihil. Bahkan, karena terlalu fokus pada dokumen hilang ini, saya nyaris ketinggalan pesawat ke Jogja.

Sepanjang Jumat sampai Selasa malam saya menggalau habis karena dokumen yang hilang itu asli, beneran asli. Entah ada korelasi atau tidak antara cerita Om Camer dan kehilangan yang saya alami beberapa waktu sesudahnya. Saya hanya berusaha mencari korelasinya saja.

Saya mulai melakukan cara-cara rohani: berdoa. Ah! Sebagai orang dengan pencitraan gerejawi tapi jarang berdoa, saya lalu dihadapkan pada ketakutan untuk meragukan Tuhan. Ya, saya itu kebanyakan nrimo jadi bisa dibilang jarang minta banyak sama Tuhan. Giliran minta, nggak terkabul. Saya malah takut doa, padahal kemudian saya sadar bahwa nyatanya ketika dua novena saya yang gagal itu justru berujung pada jalan lain yang ternyata lebih baik buat saya.

Tapi namanya manusia kalau sudah mentok, akhirnya ya doa juga kan? Mulailah saya berdoa lewat perantaraan Santo Antonius. Inilah pertama kalinya saya berdoa dengan perantaraan Santo Antonius, sesuatu yang sudah saya tahu bertahun-tahun silam. Doa dan pencarian di hari Senin kemudian berujung kosong. Saya lalu berdoa lagi, dan untuk ada mbak pacar yang mengingatkan saya untuk selalu berdoa.

Hari ini saya mencoba untuk masuk lebih pagi supaya bisa bongkar-bongkar tanpa menarik perhatian orang lain. Ya nggak enak juga orang lain kerja, kita bongkar-bongkar. Apalagi saya kan orangnya nggak enakeun. Seperti hasil googling saya di blog-blog kesaksian kesuksesan doa melalui Santo Antonius, barang yang hilang ditemukan di tempat yang dekat-dekat dengan lokasi hilang. Mulailah saya cari demi cari di meja dan di lemari kecil yang ada di meja saya. Walaupun saya yakin bahwa di awal map tercinta itu hilang, saya sudah membongkar laci itu. Pun di hari Senin kemarin.

Laci di meja saya ada tiga. Saya lalu menarik laci paling atas, bongkar-bongkar, intip-intip. Eh, kok nemu sebuah bentuk puith disana. Semacam bentuk yang saya cari-cari sedari Jumat. Tangan saya lalu masuk melalui laci kedua, rogoh-rogoh-tarik-tarik, dan voila! MAP ITU KETEMU!

Well, kini saya si orang yang secara pencitraan aktif di gereja akhirnya tertampar oleh khasiat sebuah doa. Saya yang rajin tugas lektor tapi justru hampir nggak pernah doa harian itu mendapatkan fakta bahwa dengan berdoa dan berserah, permintaan kita dikabulkan. Selama ini saya selalu percaya pada garis Tuhan saja, sehingga tidak terlalu banyak meminta. Atau kalaulah meminta, saya mintanya begitu detail, misal: keterima Unilever. Setelah dipikir-pikir, minta itu boleh, spesifikpun boleh, usaha juga. Tapi ada satu hal yang selalu hilang dari saya sepanjang berdoa untuk meminta: berserah. Ah, kena saya kali ini.

Saya harus mewartakan ampuhnya doa via blog yang banyak dilihat. Kalau saya pasang di blog saya yang satunya, pengunjungnya belum terlalu banyak. Jadi, ya saya tulis di blog ini saja. Percayalah bahwa doa ditambah dengan kepasrahan akan menghasilkan sesuatu.